Thursday, May 30, 2013

Sms Gratis Online/Free sms online





-------------------------
Free Sms to All Operator Gsm/Cdma Terms of Agreement
--------------------------
1. Pengguna yang menggunakan fasilitas Sms-Gratis.Web.Id beritikad untuk melakukan kegiatan yang sah dan legal menurut norma dan hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia
2. Pengguna dilarang keras menggunakan fasilitas Sms-Gratis.Web.Id sbb :
1. Untuk maksud kejahatan, penipuan, pemalsuan, fitnah,pornografi , SARA dan terorisme
2. Menggunakan kata kata kasar, tidak sopan, tidak senonoh , tidak sesuai dengan norma norma yang berlaku.
3. Menggunakan content SMS yang bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku di wilayah Republik Indonesia
4. Merugikan dan mengganggu penerima SMS maupun pihak lain baik perorangan maupun badan hukum atauinstitusi

sumber -> indosmsfree.com


Sunday, May 19, 2013

Belajar Dari Pohon


Suatu ketika, seorang guru bertanya pada Sang Maha Guru, “Wahai Maha Guru, aku ingin menjadi guru yang sejati bagi anakku, juga bagi murid-muridku. Apakah Maha Guru memiliki pesan untukku, agar setiap kali mengajar aku akan selalu teringat pesan bijaksanamu?”
Maha Guru terdiam sejenak.
Lalu sambil tersenyum arif ia
bertanya, “Apakah kamu pernah
melihat pepohonan di sekitarmu?”

“Ya, tentu saja,” kata si guru.

Maha Guru bertanya kembali,
“Apakah kamu benar-benar melihat
dan memperhatikan apa yang
mereka lakukan?”

Si guru menggaruk-garuk kepalanya,
“Setahuku mereka diam saja dan
tidak melakukan apa-apa.”

Sang Maha Guru tersenyum lagi,lalu
mulailah ia berpesan :
“Jadilah
seperti pohon.
Perhatikanlah, ia diam tak banyak
bicara hingga kamu tidak menyadari
apa yang dilakukannya. Padahal ia
selalu memberimu udara untuk
dihisap. Lihatlah bagaimana ia
memberi udara pada semua orang
tanpa memandang apakah kamu
miskin atau kaya. Atau apakah kamu
lahir dari kelompok etnik tertentu.Ia
memberi udara bagi semua orang
tanpa memandang agama, ras dan
suku bangsa.Apakah kamu bersedia
membagi ilmumu untuk semua orang tanpa pilih kasih?”

“Jadilah seperti pohon. Ia tidak
banyak berbicara tapi terus
bertumbuh setiap hari. Jika sudah
tidak bertumbuh maka ia akan mati.
Apakah dirimu merasa terus
bertumbuh?”
“Jadi seperti pohon. Apabila sudah
besar, ia akan menaungi siapa saja
yang berada dibawahnya,tak peduli
itu manusia atau hewan. Apakah
kamu merasa dirimu sudah semakin
besar dan menaungi apa saja yang
berada dibawahmu?”

“Jadilah seperti pohon yang selalu
menyejukkan, memperindah dan
mempercantik tempat-tempat
gersang. Apakah kamu merasa
kehadiranmu telah membuat hati-
hati yang gersang menjadi sejuk dan
indah kembali?”
“Jadilah seperti pohon. Satu-satu
kehidupan yang tumbuh keatas dan
berhasil melawan kuatnya gravitasi
Bumi. Apakah kamu merasa dirimu
telah berhasil melawan kuatnya
godaan dan tantangan akan terus
bertumbuh menjadi manusia dan
guru yang lebih baik dari hari ke
hari?”

“Jadilah seperti pohon yang
menyuburkan tanah di sekitarnya
dan menyimpan air di bawahnya
untuk kehidupan semua makhluk
hidup lainnya. Apakah kamu sudah
menyuburkan lingkungan
sekitarmu?”
“Jadilah seperti pohon, Seandainya
sudah mati pun tubuhnya masih
berguna bagi kesuburan tanah atau
menjadi bahan baku tempat tinggal
yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia.”

Menurut Anda, apakah kita sudah
lebih baik dari pohon?

*dari,,,ctatan neh bukan br-arti kita harus menyembah pohon,,,MUSYRIK namanya
tapi kita harus mendalami hidup ini dengan cara bersyukur*


Kita Memang Ditakdirkan Untuk Bahagia


Siapapun kita, pasti selalu
mendambakan kebahagiaan
dalam hidup kita. Lihatlah
kenyataan yang ada pada diri
kita sendiri, jika kita perhatikan,
apa yang menjadi penggerak
dibalik pikiran dan perbuatan
kita, baik secara sadar maupun
tidak, semuanya adalah untuk
membawa kita pada kondisi atau
perasaan bahagia tersebut, atau
setidaknya megarah pada ide
atau konsep tentang
kebahagiaan itu sendiri,,,,,

Sebagian dari kita bahkan sudah
lama mempertanyakan
mengapa kita tidak bisa terus
menerus bahagia setiap saat,
sedangkan jika dilihat dari
semua sudut ilmu pengetahuan
dan pemikiran manusia
sepanjang zaman, hampir tidak
ada satupun yang dapat
menjawab pertanyaan itu
secara memuaskan dan utuh.
Mungkin hal ini disebabkan
karena penyebab utamanya
adalah karena jawabannya
amatlah terlalu dekat untuk
dapat dilihat, ,,,,,yaitu:,,,,, Hati kita
sendirilah jawabannya,,,,,. Hati
kitalah kunci sebenarnya dari
kebahagian itu sendiri,,,,,

Sepanjang hidup kita, sudah
sering kita mendengar nasehat
atau kata - kata bijak agar
“ikutilah hati”. Hal ini pun juga
telah ditulis banyak sekali
dalam kitab suci, dari semua
agama, sejak dari zaman dahulu
kala. Ini semua disebakan
karena hanya hati kitalah yang
dapat merasakan kasih sayang /
rahmat langsung yang berasal
dari Allah s.w.t Yang Maha
Pengasihdan Penyayang, yang
selalu setiap saat mengasihi dan
menyayangi kita seutuhnya,
dan selalu berkehendak dan
menganugrahkan semua yang
terbaik untuk kita seutuh -
utuhnya,,,,,

Dalam hal jika kita bersedia
membuka hati kita kepada
Tuhan, kita akan benar - benar
menyadari dan merasakan
sendiri bahwa hati kita akan
selalu dipenuhi dengan
kedamaian dan kebahagiaan
yang dapat kita rasakan secara
terus menerus sebagai sesuatu
perasaan yang sangat nyata
dalam hidup kita sehari-hari.
Kehidupan kita sehari-hari
sebetulnya adalah manifestasi
dari seberapa kuat kita
terhubung dengan Sang
Pencipta, Sumber dari segala
sumber kebahagian yang sejati
dan abadi. Jadi, hati yang
terbuka juga adalah kunci yang
sebenarnya bagi kemajuan
spiritual untuk semakin dekat
kepada Allah s.w.t, Sumber sejati
dari semua mahluk,,,,,

Mengapa hati kita yang menjadi
kunci penghubung kita kepada
Tuhan / Sumber Sejati ?
Mengapa hati kita yang menjadi
pusat perasaan-perasaan
indah ? Mengapa hati kita,
bukannya otak kita atau bagian
diri kita yang lain yang menjadi
kuncinya ? Hati kita menjadi
kuncinya karena roh / diri kita
yang sejati berada di dalam hati
kita. Diri sejati kitalah yang
berasal langsung dari Allah s.w.t
dan pastilah memang selalu
mempunyai hubungan kepada
Asalnya, yaitu Allah s.w.t sebagai
Sumber Yang Sejati. Diri sejati
kita yang berada di dalam hati
ini akan terus - menerus ada
walaupun kehidupan kita
sebagai manusia kali ini
nantinya berakhir. Tubuh fisik
kita hányalah “kulit luar” yang
bersifat sementara saja,
sedangkan hubungan kita
kepada Allah s.w.t / Sumber Yang
Sejati adalah abadi. Kita selalu
butuh Allah s.w.t dan Allah s.w.t selalu
mengasihi dan menyayangi kita
seutuhnya tidak hanya pada
saat kita hidup di bumi saja, tapi
juga dimana pun sampai kapan
pun dan selama-lamanya,,,,,

Karena saat ini kita masih masih
hidup sebagai manusia dan
mempunyai tubuh fisik, maka
hati kita inilah (bukan hati liver
tapi hati pusat perasaan yang
ada di tengah dada) yang
menjadi sarana dimana kita
dapat terhubung kepada Allah s.w.t.
Dengan adanya hubungan ini,
maka hati kita bisa
berkomunikasi dengan Allah s.w.t
dan juga dapat menerima kasih
sayangNya. Dalam menerima
kasih sayangNya ini, kita dapat
merasakan begitu banyak
keindahan dan kelebutan di
dalam hati kita, termasuk
perasaan ringan, tenang, damai,
dan bahagia melebihi semua
yang pernah kita rasakan dari
semua pengalaman duniawi,,,,,

Merasa tenang dan bahagia
setiap saat di dalam hidup kita
kedengarannya amat fantastis,
bahkan tidak mungkin.
Sekarang kenalilah bahwa itu
adalah otak anda yang sedang
membuat penilaian,
memasukkan batasan yang
tidak benar ini. Dalam hal ini,
ada cukup banyak hal yang
perlu dilakukan agar anda tidak
lagi memilih cara anda sendiri.
Otak kita sangat kuat karena
kita sudah begitu banyak
menghabiskan waktu kita di
dalam kepala kita, sehingga otak
dapat
menjajah hati kita pada
mulanya. Tetapi, hati kita tahu
bahwa kedamaian, ketenangan
dan kebahagiaan telah
menunggu kita secepat kita
mulai membuka hati kepada
Allah s.w.t. Ini hanya masalah
membuka hati kita untuk
membiarkan rahmat / kasih
sayang Allah s.w.t melakukan
semua hal yang terbaik dan
yang terindah bagi kita
seutuhnya,,,,,

Betapa sangat indah dan
menarik, mengingat bahwa
semua hal-hal indah ini
sebenarnya ada di dalam diri kita
selama
ini. Yang kita perlu
lakukan hanyalah membuka
hati kita dan menggunakan hati
kita untuk dapat menyadari,
merasakan dan menikmati
semua anugrah yang indah ini.
Semoga
anda dapat membuka
hati kepada Sang Pencipta dan
menggunakan hati untuk
mengalami kedamaian,
ketenangan dan kebahagiaan
yang ada di dalam hati sendiri.,,,,,


inilah hidup




Dewasa ini, kga banyak yng paham tentang hal yng pantas dikategorikan lazim atau kga tuk dikatakan manusiawi, asal menyenagkan nd menguntungkan pribadi masing-masing,,,
Handai taulan yang ingin saya amanatkan melalui tulisan sederhana saya di sini adalah :

-Bukalah mata kita, hidup kita kga berhenti di sini, hidup memang kga bisa tanpa berkomentar dan berkomentar tentang apa yng terjadi atau dilakukan oleh orang2 yang ada di sekitar kita atau mungkin mengecapnya sebagai orang yang salah tanpa pernah kita bayangkan panasnya api neraka yang siap membakar apabila kelakuan kita dh kelewatan,,,

-Biarkan setiap manusia hidupnya mengalir dengan hak azazinya, selagi tidak mengganggu kita,,,
-Jika benar mereka salah, jangan sekedarberkomentar nd menghina tapi perkenalkanlah mereka dengan apa ntu yng kita sebut benar,,,,
mereka butuh contoh bukan hinaan,,,

-fulan- Ketika menginjakan kaki di dunia dalam usia yang berbeda,,,
Pemikiran pun mulai berkembang menghantarkan kita pada jawaban atas segala sesuatu yang menjadi pertanyaan selama ini,malah lebih dari sekedar itu,,,
menemukan wajah-wajah baru yang takpernah kita duga sebelumnya yang memperkenalkan kita pada karakter baru dengan riwatnya.,,,

berupa kehidupan yang tidak pernah terbayang di benak kita selama ini,,,
kehidupan-kehidupan yang mempunyai cerita pahitnya masing-masing.
yang mengajarkan kita 1 lagi makna pentingnya bersyukur,,,,


Ilmu bermanfaat dengan niat yang lurus




Yahya bin Yaman berkata:

“Aku pernah mendengar Sufyaan sejak empat puluh tahun yang lalu, ia berkata:

‘Hari ini tak ada yang lebih utama daripada pencarian hadits’.

Mereka berkomentar kepada Sofyan;

“Paling-paling mereka mencarinya tanpa niat”.

Kontan Sofyan berkata: “Pencarian mereka untuk berburu hadis itu sendiri merupakan niat’… “.

(ad-Darimiy)

dari Mujahid, ia berkata:

“Dahulu kami mencari ilmu ini dengan tanpa niat yang benar. Kemudian Allah memberi niat (kepada kami) di kemudian hari”.

(ad-Darimiy)

dari al Hasan al bashriy, ia berkata:

“Sungguh ada beberapa kaum yang mencari ilmu sedang mereka menghendaki hal itu bukan karena Allah dan bukan untuk memperoleh yang ada di sisiNya, maka tak henti-hentinya mereka mencari ilmu hingga akhirnya mereka menghendakinya karena Allah dan untuk memperoleh apa yang ada di sisiNya”.

(ad-Darimiy)

Berkata Ibnul Munir:

“ilmu itu pelurus niat… yang kemudian niat tersebut nantinya yang akan memperbaiki amalan.”

(Fathul Bari, 1/108)

Berarti, amalan yang rusak (tidak berimbang dengan ilmu yang dimiliki) disebabkan niat yang salah. Dan hendaknya niat yang salah ini kita perbaiki dengan senantiasa menuntut ilmu. Sehingga semoga ilmu yang kita pelajari tersebut dapat meresap kedalam dada, sehingga memperbaiki niat yang tadinya salah tersebut, yang kemudian memperbaiki amalan kita..

Semoga bermanfaat


Tentang Berubah


Beberapa hari lalu gue mengobrol cukup panjang dengan seorang teman. Oke untuk mempermudah gue menceritakannya selanjutnya si seorang teman ini akan gue berikan nama fiktif. Sebut saja Agus namanya. Agus menceritakan beberapa hal yang berkecamuk di kepalanya dan ujung-ujungnya membawa ketidaktenangan emosinya.

Pada intinya Agus mengalami masa merasa hidupnya yang sekarang ini bukan gambaran hidup yang cukup baik dan masalah utamanya adalah dia merasa pola hidupnya yang sekarang ini kemungkinan besar tidak akan bisa menunjang dan compatible dengan hidup pasangannya ke depannya. Entah ya, akhir-akhir ini gue sering sekali mendengar permasalahan serupa datang dari teman lama dan teman baru juga yang berpusat pada kecemasan berlebihan akan apa yang sedang terjadi di depan mata.

Gue terdiam lama mendengarkan bermenit-menit berlalu dihabiskan dengan Agus menjabarkan seberapa besarnya Ia ketakutan menjalani hidupnya. Nggak lugas sih dia bilang, cuma tergambar aja sebetulnya takut banget. Agus bilang dia tau sebagai laki-laki harusnya dia lebih bisa memperjelas hidupnya, memikirkan pekerjaan apa yang nantinya harus dijalani karena Ia memang berpikiran untuk memiliki keluarga. Satu hal sih, Agus tau semuanya yang harus dia lakukan hanya saja penyakit orang kebanyakan adalah Agus memilih nggak mau, atau mungkin belum mau ya. Sebuah percakapan yang sampai sekarang ini masih terekam jelas di kepala gue adalah sebagai berikut :

Agus : Gue tuh egois anaknya, maunya ya gue melakukan hal-hal yang ada dulu aja nih maunya seneng-seneng

Gue : Oh terus ?

Agus : Ya gue tau harusnya nggak gitu, gue tau nih harusnya gue berubah biar lebih baik hidupnya

Gue : Err, lo berharap nantinya lo bisa punya keluarga kan? Mungkin ya mungkin menurut gue yang lo jalanin sekarang nggak cukup dong, siapapun yang bersama lo pasti waswas kan memikirkan ntarnya gimana kalo kelihatannya lo nggak berusaha apapun buat hidup lo sendiri?

Agus : Iya sih

Gue : (Ngeliatin)

Agus : Tapi kalo gue nggak egois lagi gue berubah dong? Gue nggak jadi diri sendiri?

Dan setelah kalimat barusan gue menghela nafas panjang, mengingat sebuah quotes yang dibicarakan Ramda dan Dhea di Anomali minggu lalu..

“People don’t want their lives fixed. Nobody wants their problems solved. Their dramas. Their distractions. Their stories resolved. Their messed cleaned up. Because what would they have left? Just the big scary unknown. “–Chuck Palahniuk

Berbulan-bulan yang lalu mungkin gue nggak bisa mengerti sama sekali kenapa ada orang yang tau masalahnya banyak bukannya diselesein malah ditambah terus-terusan. Dan sekarang makin keliatan jelas emang banyak juga sih orang begitu entah kenapa. Sedihnya, ya sedihnya buat gue adalah apabila pola berpikir seperti itu terdapat di orang-orang terdekat gue. Hal terakhir yang gue bilang ke Agus sambil menghela nafas adalah, “Gimana kalo dianggapnya bukan merubah tapi memperbaiki, beda lho.” Dan si Agus hanya menjawab, “Oh gitu ya, iya sih.” Alhamdulillah, walaupun mungkin efeknya temporer.

Mm mungkin susah ya menerima apa yang sudah ada, belum ada, salah, dan benar yang terdapat di dalam diri kita sendiri. Gue sendiri susah misalnya disuruh memberhentikan bagaimana gue selalu overthink akan banyak hal, padahal itu efeknya membuat gue mengalami kecemasan hampir tiap hari. Cuma normalnya, standar normalnya, ketika sesuatu itu sudah bisa dinilai nggak menyamankan untuk diri sendiri atau bisa diukur bagi kehidupan sendiri nantinya itu bisa mendatangkan masalah besar, sebaiknya langsung diperbaiki dari sekarang. Hanya saja mungkin batasan normal belum bisa menjadi takaran utama baik dan buruk semua orang. Apa yang baik buat gue mungkin tidak baik bagi misalnya Agus mungkin? Dan sebaliknya

Satu hal yang gue ingatkan Agus untuk dipikirkan baik-baik. Gue bilang ke dia, perubahan dan perbaikan itu datengnya dari diri sendiri, bukan dari orang lain, bukan dari lingkungan, jangan manja nyalah-nyalahin lingkungan hidup atau nyalahin orang lain nggak bisa merubah dirinya ke arah yang lebih baik. Dan jangan defense pernyataan gue dengan itu teorinya, nyatanya nggak begitu.


usahakan untuk Memilih


< They say we manifest our intentions that we choose how we live, but when life doesn’t turn out the way you’d hoped it makes you stop and wonder did you ever really have a choice or is this just the way it was meant to be? How much of our lives can we choose and how much is just who we are?”

Quote barusan gue ambil dari salah satu serial tv Canada yang cukup menarik perhatian gue akhir-akhir ini. Judulnya Being Erica. Serial ini pada umumnya menceritakan tentang seseorang yang mengalami banyak kekecewaan dalam menjalani hidupnya yang sekarang diakibatkan oleh kesalahan keputusan-keputusan yang Ia tetapkan sebelumnya. Erica diberi kesempatan menjalani time-traveller therapy untuk dapat kembali ke masa lalunya dan mengambil insight dari hal-hal yang telah Ia jalani, bukan merubah decisionnya.Sebetulnya sih gue bukan mau menceritakan si Being Erica ini, Cuma ya ilustrasi singkat aja siapa tau adiksi gue terhadap serial ini bisa ditularkan ke kalian yang membaca postingan gue kali ini hehe.

Here it is, one of my friends lost a parent a few days ago. It was sad, supersad. Teman gue ini ya salah satu orang yang menurut gue dalam jangka waktu dekat gue mengenalnya termasuk orang yang baik hati dan menyenangkan. Dia pernah berbagi beberapa cerita mengenai kehidupannya. Waktu itu kami pernah mengobrol berjam-jam mengenai keputusasaannya menyelesaikan kehidupan perkuliahannya yang memang di ujung tanduk. Dia menjelaskan bagaimana sedari dulu sebetulnya memang kurang memikirkan pendidikan atau masa depan atau hal apapun yang sifatnya bisa dipikir nanti. Beberapa keputusan dia di masa lalunya mungkin turut mendukung kondisinya saat ini. Ya selain memang dengan fakta kehidupan ekonomi dan latar belakang keluarga yang menurutnya turut membentuk kondisinya sekarang ini. Pada akhirnya memang kondisinya yang di ujung tanduk tidak dapat diselamatkan dan kemudian musibah lain datang. Ketika gue mendengar kabar duka tersebut, gue terdiam aja sih membuang nafas berat sambil kepikiran “Aduh gimana ya dia nanti nasibnya ke depannya?” dan gue sama sekali nggak bisa membayangkannya.

Di waktu lain gue menghadiri sebuah seminar menulis novel dengan pembicara Ahmad Fuady. Beliau adalah pengarang novel negeri 5 menara, yang sejujurnya gue juga belom baca. Gue mendengarkan kisah hidupnya dari kecil secara singkat. Bagaimana Ia sebagai pemuda dari daerah di minang yang sekolah agama dan ekonomi tidak memadai lalu dengan segala kegigihannya mencapai tujuan Beliau bisa keliling dunia. Beliau bilang, modalnya hanya dengan menulis dan segala macam pintu terbuka. Pada seminar itu gue mendengarkan kalimat demi kalimat yang Beliau ucapkan mengenai bagaimana proses menyusun novelnya. Keputusannya untuk menjalani sekolah agama mana yang menurutnya mungkin masih bisa membuatnya belajar tidak hanya lingkup keagamaan saja, keputusannya untuk menulis dengan tujuan berbagi ke orang lain. Gue mengagumi keteraturannya menjalani hidup, dan struggle of lifenya menjalani masalah-masalah dalam kehidupannya.

Setelah seminar tersebut gue pulang larut dan Ayah gue ternyata masih terduduk di ruang TV menunggu gue kembali ke rumah. Gue memilih duduk ikut nonton tv ketimbang masuk ke kamar. Gue bilang, gue takut, takut membayangkan nanti gue gimana, dengan dinamika hidup gue yang kurang jelas ini. Gue takut kalau nanti gue harus bernasib kehilangan segalanya dan cenderung nggak punya jalan atau sulit menemukan jalan menstabilkan kehidupan gue. Selama ini gue hidup enak aja, aman-aman aja, teman-teman dekat gue juga sama, tiba-tiba gue ketemu 1-2 orang yang bener-bener pola hidupnya mencengangkan. Mereka yang bener-bener menganggap kehidupan gue sama dengan teori di buku, terlalu teratur, terlalu naïf, ribet karena semua serba direncanakan atau semua serba dipikirin. Sementara mereka-mereka ini orang yang hidup untuk hari ini, bahkan mungkin hanya jam ini. Dan mereka yang memperlihatkan ke gue kesulitan hidup hari ini atau besok mikir makan apa, bayar sekolah gimana itu begitu dekatnya ternyata dengan lingkungan gue, ya iya sih. Gue bilang ke ayah gue, kenapa bisa ada orang yang sebegitu carelessnya terhadap hidupnya apa dia nggak takut? Sekali lagi entah berapa juta kali ayah gue hanya menjawab, “Lah kamu kok kaget? Ya biasalah orang itu kan dia memilih sendiri jalan hidupnya, itu yang mereka pilih ya sudah mau gimana lagi, dia Cuma beda aja pilihannya sama kamu, atau sama Fuady mungkin? Beda aja masalahnya beda, beda memilih jalan kehidupan.”

Sama seperti quote yang gue paparkan sebelumnya, dimana gue memanifestasi intensi gue terhadap banyak hal untuk mengejar dan memilih kehidupan yang gue inginkan, mungkin untuk tahun depan, 3 tahun, 5 tahun, atau bahkan 10 tahun dari sekarang. Tapi tetep kan nggak tau gitu di depan ntar ada apaan. Dan itu menakutkan kalau dipikirin kelamaan. Kegundahan gue tetap gue ceritakan panjang lebar kepada Ayah gue, mengenai ketakutan ntar gimana kalo tau-tau gue bener-bener drop idupnya, dsb. Beliau hanya melirik sebentar dan berkata, “Ya itu makanya kamu sekolah kan? Kuliah sampe selesai? Mengusahakan semampunya sampai bisa lulus? Lo mengusahakan keteraturan dalam hidup lo setidaknya.”

Kata Ayah gue, sebetulnya dalam hati tiap orang pasti mau hidup nyaman, bahagia, dan ingin teratur. Bukan masalah bisa pasti menjamin kehidupan nanti, tapi setidaknya peluang untuk hidup nyaman bagi mereka yang menteraturkan hidupnya bisa jadi lebih besar. Walaupun ya di luar sana masih bisa ditemukan ada beberapa orang yang emang nggak taulah kenapa ketiban aja gitu musibah dan jadinya tetep timbul pertanyaan, hidup kita tuh kita yang milih apa udah dikasih garis dari sananya?

Ketakutan mengenai dikasih garis dari sananya ini sih krisi terbesar gue akhir-akhir ini. Terus bisa apa? Ketimbang gue kebanyakan bengong gitu mungkin gue usaha aja kali ya, mendeterminasikan semua hal supaya sampai ke goal gue yang masih terus-terusan bercabang juga. Setidaknya gue mengusahakan untuk memilih hidup gue, ya paling tidak gue berusaha memilih gue akan jadi siapa entah nantinya porsi mana yang lebih besar diberikan kepada gue, porsi pilihan gue atau porsi yang sudah tergaris dari sananya yang betul-betul misteri.

Well however I do believe that we are consist of the decisions we made before, they construct ourselves today. Hm decision making is one of the survival skills in the end.-



!-- ping by http://www.ping-fast.com/ --> ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free AllNewsSite Link Exchange


Saturday, May 11, 2013

Mengatasi PermasalahanDalam Hubungan (bagian 6)



5. Bicarakan Masalah secara Dewasa.
berargumen lah yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bicaralah sesuai dengan permasalahan.jangan memunculkan masalah baru dalam pembicaraan itu.
Masalah muncul untuk dibicarakan dan diselesaikan.
BUKAN untuk dipendam, dikembangkan,dan kemudian dijadikan alasan penyebab kehambaran
terlebih dijadikan alasan untuk menyudahi hubungan.
6. Jangan sekali-kali mengatur hidup orang lain sekalipun itu pacar kamu.
kamu belum menjadi siapa-siapa.
jadi... jangan cari masalah yang kamu sendiri tidak inginkan
7. Biarkan pacar kamu menjalani rutinitas dan kepentingannya sehari-hari tanpa gangguan.
dia bukan Baby Sitter kamu yang harus 24jam stand by buat kamu,
kamu juga bukan Baby yang setiap saatingin selalu ditemani, diajak main, digantiin diapers nya.
KECUALI kalau kamu memang mau dianggap seperti itu.

,,,wokey mungkin dari semua posting tentang Mengatasi Permasalahan Dalam Hubungan,,,bisa menjadi motivasi sendiri dalam hubungan bersama pasangan,,,
akhir kata ane beri Quote sederhana: Friends can help each other. A true friend is someone who lets youhave total freedom to be yourself - and especially to feel. Or, not feel. Whatever you happen to be feeling at the momentis fine with them. That's what real love amounts to - letting a person be what he really is.


Mengatasi PermasalahanDalam Hubungan (bagian 5)



3. Komunikasi itu BUKAN hal terpenting dalam pacaran.
pasti sering denger: "pacaran yang penting adalah kepercayaan dan komunikasi"
tapi yang terpenting bukan itu. melainkan Kedewasaan.
bersikaplah dewasa. kamu bukan anak kecil yang maunya diajak main terus kan?
tunjukkan rasa sayang kamu dengan cara yang gdewasa,,,:D (gede wawasan)
Ane beri contoh dalam kehidupan ane misalnya :
bokap ane dokter. kadang suka tugas piket di UGD. pergi malam, pulang pagi.
tapi nyokap ane ga pernah nyariin. tiap kali bokap mau pergi, nyokap ane cuma sediain kotak makan, baju ganti, sama kopi 1termos kecil. taro di tas, tasnya taro di mobil. slesai.
bokap kalo mao pergi cuma bilang"ma... pergi ya. kunci pintu."
nyokap jawab "ya... ati²."
udah. ga ada embel² apa² lagi.
ga ada tuh bilang "jangan lupa BBM yah... kalo lagi nganggur telpon..."
atau "nanti papih BBM dibales yang cepet ya..." :capedes
karena semakin sering berkomunikasi, semakinbesar peluang suatu Konflik Muncul dalam komunikasi itu,,,
4. Do not make any excuses to fulfill your selfishness.
Alasan dibuat untuk mendukung argumen yang bertanggung jawab.
"aku minta putus abisnya udah bosen sama hubungan kita..."
itu bukan argumen. tapi itu keegoisan.
instead of:"hubungan kita membosankan karena kamu sama sekali ga perhatian lagi sama aku. gimana supaya tetep bisa bertahan nih?"itu adalah alasan yang mendukung argumen. argumen yang baik adalah argumen yang bertanggung jawab.
argumen yang bertanggung jawab adalah argumen yang tidak 'lepas tangan'
melainkan mempertahankan status quohingga mendapatkan solusi.
•Next part 6


Mengatasi PermasalahanDalam Hubungan (bagian4)



langsung ajeh kga usah banyak ngacaprak nyok lanjut neh bagian ke 4
Jangan pernah memulai pacaran dengan menganggap bahwa pacaran ituharus diisi dengan kegiatan spesial setiap saat,,,
Yang namanya nasi goreng spesial pake telor, dimakan tiap hari pasti bosen,,,
Tapi coba kalau kita menganggap pacaran itu cuma sebatas hal yang biasa saja. Pasti ga bakal bosen dijamin,,,
Contohnya kita mandi tiap hari... Apa kita pernah merasa "bosen mandi"?
Mandi itu memang "common activity" TAPI... Apakah pernah dilupakan dan berniat melupakan?
"kalo gitu ga ada bedanya sama temenan biasa dong?",,,,Jawabnya: kalo lo masi berpikiran seperti itu... Brarti pacaran lo itu masih berlandaskan cinta monyet.
Yang ngerti, pasti ngerti. Yang ga ngerti, berarti beneran masi cinta monyet.:D
trus,,"gimana kalau udah terlanjur dari awal pacaran ga berpikir seperti itu?"1. Let it Flow... biarkan hubungan mu berjalan dengan apa adanya.
jangan menambahi aturan² yang tidak penting yang hanya membuat kamu/pasangan kamu merasa tidak nyaman.
akhirnya kamu jadi termakan oleh aturan kamu sendiri.
contohnya...

1. BBM harus cepat dibalas.
2. telponan 3x 1jam sehari
3. sebelum pergi, laporan dulu pergi kemana, sama siapa, pulang jam berapa.
4. dll
2. Ingat lah... bagaimana perasaan kamu saat kamu mengutarakan cinta kamu.
atau bagaimana perasaan kamu saat kamu menerima cinta dari pacar kamu.
senang dan berbunga² kan?
jangan jadi penebang pohon yang kamutanam sendiri.
jangan menghancurkan perasaan yang kamu munculkan sendiri.
KECUALI kamu memang tidak beda dengan hewan yang suka kimpoi sana sini.
•Next part 5


Mengatasi PermasalahanDalam Hubungan (bagian 3)



Lanjut lagi nyok curhatnya,,,:D tentang Mengatasi PermasalahanDalam Hubungandan ini Bagian ke 3,,,wokey cek brot,,,
tanpa disengaja, misalnya, merasa nyaman dengan orang lain karena sering cerita, curhat, minta pendapat, eh akhirnya demen...
sering lho ane ketemu kasus begini. ga usah jauh². di H2H sini juga banyak kasus bgitu
dan ane terus ikutin perkembangan kasus seperti itu, ternyata ujung²nya putus.
itu semua bisa terjadi karena (salah satu alasannya) jenuh dengan pacar. betul ga? betul dong,,,, :)
dan semua itu juga bisa terjadi karena kita selalu mikir "rumput tetangga lebih hijau",,,hayo ngaku benar kan?,,,:D
tapi balik lagi aja deh agan² dan sista² semua... ane tetep memiliki mind-set
kalau ga bisa setia sama satu orang, ya ga usah :kimpoi
yaa... walaupun ane tau anak muda jaman sekarang masi Have Fun dan selalu mikir "ah gue :kimpoi masih lama..."
"dia lebih baik... dia lebih cantik... dia lebih perhatian... dia lebih kaya..."neh seh buahahaya,,,
berambisi untuk mendapat yang paling sempurna itu sama dengan Pengecut.
pengecut itu maunya yang enak² aja. kalo merasa ga enak, dia Lari begitu aja.
dan juga...
sebelum berhasrat untuk memiliki yang'paling sempurna' liat dulu diri sendiri. Lo Udah Sempurna Juga apa Belom?
Lalu bagaimana supaya Kita bisa berpikir dan meng-set mind kita seperti demikian?
dengan harapan kita tidak akan pernah merasakan kehambaran dalam hubungan,,,,
ane ga akan bilang "makanya berpikiran seperti ane diatas".
pemikiran orang bisa beda². cara orang pun berbeda satu sama lain.
so.. ane cuma bisa kasih tips hal² apa saja yang bisa dengan mudah semua orang bisa lakukan (kalo mau),,,:D
Ane mulai dari angka NOL yang artinya"hal ini sebaiknya dilakukan pada saat awal pacaran"
•Next part 4


Mengatasi PermasalahanDalam Hubungan (bagian 2)



neh kelanjutan artikel tentang Mengatasi Permasalahan Dalam Hubungan nyok simak,,,

dia juga berhenti berpikiran kalau hubungan kita udah terasa hambar,,,nah loh,
in other words...
kalo menurut ane seh :

pacaran itu latian kesetiaan kita sebelum membina rumah tangga.
pacaran itu latian mengatasi konflik interpersonal dan intrapersonal,,,
yah walaupun dalam islam pacaran itu haram tapi kita ambil ajeh sisi positifnya ye kga?,,,:D

jadi, kalau kita belum bisa mengatasi konflik dalam diri sendiri atau konflik dengan orang lain, jangan harap rumah tangga bisa bertahan lama.
jadi, kalau kita belum bisa setia dengan pacar, jangan harap rumah tangga bisa bertahan lama.
dan jadi...
kalau kita masih menjadi Pengecut yang tidak berani dan tidak bisa mengatasi masalah dengan pacar kita dan masih seenaknya bilang "Eloh... Gueh... End..."
jangan harap rumah tangga bisa bahagia.
jangan membiasakan suatu kebiasaan buruk.
kenapa ane bisa berpikiran seperti itu?
ini bukan suatu hal yang spontan lahir dari penalaran ane sendiri gan.
jadi, waktu itu ane sekolah ada pelajaran Sosiologi. dikasi tugas disuru cari berita tentang hubungan keluarga dan permasalahannya
ane cari lah di tabloid² nyokap ane. ane pilih berita tentang artis yang baru menikah, besoknya cerai,,,
dan ane menarik kesimpulan dari tugas ane itu:
"kalau belum bisa setia, jangan harap pernikahan bisa langgeng"
dan hal itu terus terpatri di benak ane.
lo sekarang gonta ganti pacar oke itu hak lo sebagai anak muda yang masi Have Fun.
tapi apa lo ga malu kalo nanti lo gonta ganti suami/istri?
Tentang keinginan untuk mendua/berpaling/selingkuh
seringkali kejadian seseorang diduai atau menduai pasangannya entah disengaja atau tidak.
disengaja, misalnya, memang pengen ganti² pacar.


Next part 3


Mengatasi Permasalahan Dalam Hubungan (bagian 1)


share lagi gan belum ngantuk ini malem,,,berhubung tadi ada tmen ane yg kirim email dia ngeluarin unek2 :D mungkin ajeh para pembaca blog ane yg lali ada masalah tentang hubungan bisa kebantu,,,:D

banyak yang sering seperti ini nanya :
• Hubungan gue udah ga seharmonis dulu
• Ane mulai jenuh gan dengan pacar ane
• Gimana caranya supaya hubungan ga ngebosenin?,,,,
••hubungan terasa hambar, gimana ni?
sebelum ke intinya,
ane mau cerita tentang pengalaman ane.
ane mulai pacaran pas kelas 3SMA. tahun ini ane jalan anniversary ke 4.
bulan² pertama, ane mesra nya minta ampun. di sekolah ketemu, ke kantin bareng... pokoknya bener² ky penganten baru deh.
lulus SMA. masuk ke univ yang berlainan.
awal² kuliah, masi beradaptasi dengan kesibukan perkuliahan yang jauh dibanding SMA.
otomatis frekuensi ketemu jadi berkurang. dan kebetulan ane ngekost, seminggu sekali pulang,,,di kampus ane banyak cewe yang bisa dibilang seger² ky cendol...:genit:
begitu juga dengan pacar ane di kampusnya (ane tau lah secara univ terkenal gitu).
dan pada saat itu lah kita berdua merasa jenuh dengan hubungan kita.
ane merasa jenuh, begitu juga dengan pacar ane.
alasan fundamentalnya apa?
1. jarang ketemu
2. yaa ada lah saat² dimana ane tebar pesona... tapi ga tau dengan pacar ane tebar pesona juga ga...:capedes
tapi kok bisa bertahan sampe sekarang?
itu dia gan... ada suatu mind setting yang terpatri di pikiran ane.
mau tau apa yang terpatri di pikiran ane? makanya baca terus sampe abis...:
Ini Dia Jawabannya....
sangat sederhana gan.
ane saat itu berpikiran bahwa:
ane mau konsisten dengan alasan ane jadian. yaitu untuk diseriusin.
ane ga mau pacaran dibuat 'Have Fun'
karena ane beranggapan: Pacaran itu Simulasi Hidup Berumah Tangga
terkait dengan cerita ane:
jadi ane memutuskan untuk berhenti berpikiran bahwa hubungan ane udah ga harmonis.
ane berusaha untuk setia, sayangi dia, tunjukkan rasa sayang itu, dan apa reaksi pacar ane?,,,


Thursday, May 09, 2013

Ketoprak,,,:D


Ketopraktapi bukan ketoprak srimulat ini salah satu makanan khasIndonesia,,,Menurut gue ketoprak adalah makanan yang punya rasa khas banget :D,,,nah ini neh makanannya,,,
sebenernya gue iseng pengen posting tapi bingung mau ngebahas apa yah dari pada gue bengong sambil ngupil mending gue ngebahas makanan kesukaan gue,,,:D

saat gue di Jerman Ketopraksulit banget di temuin ampe kangen gue sama rasa kacangnya,,,apa lagi jenis yang pakai telor seperti gambar di atas itu tuh,,,hehe,,,

well sampe2 waktu itu gue marah2 sama teman gue yang satu apartemant,,,kalo gue pengen banget ketoprak tapi kga kesampean,,,


dh ah itu aja post gue kga jelas banget kan?,,,


yang pasti pesan gue buat anak negri Indonesiayang di luar sonoh,,,jangan segan mengenaklan makanan khas tanah air kita ke penduduk luar,,,,
karena kita sebenarnya negri kita tanah air nusantara ini kaya tapi belum bisa mengelolanya,,,

Gue bangga Jadi Anak indonesia,,,!!!!


Sunday, August 19, 2012

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI 1433 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN



Thursday, August 16, 2012

HAPPY BRTDAY TO YOU Metal_16


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Ya Allah Ya Rabbi Ya Rahmaan Ya Rahiim,
Tiada syukur yang dapat menggambarkan kebahagiaan kami, karena Engkau memberikan kesempatan untuk hidup hingga saat ini. Ya Allah, di hari bahagia ini, kami mohon kepada Engkau, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami, dan janganEngkau biarkan kami mengulangi kesalahan-kesalahan kami. Ampuni kami karena kami melalaikan perintahMu, kufur akan nikmatMu, dan sombong atas diri kami walaupun sesungguhnya kami hanyalah sebutir pasir di luasnya hamparan bumiMu.
Semoga Engkau melimpahkan kepada kami rezeki yang barakah, ilmu yang bermanfaat; yang tidak hanya berguna bagi kami tapi juga bagi orang-orang di sekitar kami. Sesungguhnya kami ingin menjadi umat terbaik yang bermanfaat bagi orang lain.
Ya Allah bukakanlah selalu pintu hati kami, agar kami selalu dapat menerima hidayahMu. Hilangkanlah segala penyakit yang ada di hati kami, yang terkadang membuat kami berpaling dari jalanMu.
Ya Allah, bimbinglah kami selalu untuk menjadi manusia yang lebih baik, hingga kelak kami siap menghadap Engkau ketika kami kembali kepadaMu. Tiada daya dan upaya melainkan dengan segala pertolonganMu, hanya kepada Engkaulah kami memohon dan meminta.Kabulkanlah doa-doa kami…
Amin…


Monday, August 13, 2012

Hari yang tidak lengkap



Tanpa keduanya, tentu saja
hampa terasa ^_^
Selalu ada cara tersendiri untuk
mengetahui sebuah kejujuran.
Walau kita tak mengetahuinya dan
tiada diberi tahu tentang apa yang
sedang dilakukan oleh orang lain
kepada kita, namun yakinlah, ada
DIA Yang selalu menunjukkan jalan.
Yakinlah sahabat… semua yang
terjadi pasti ada hikmahnya. Percaya
padaNYA, patuh padaNYA, dan selalu
penuhi semua perintahNYA.

takkan berakhir tanpa pengorbanan..tinggalkan
saja, tanpa pernah merasa terpaksa(Sayyidina Ali r.a)
atau dipaksa.
Perjalanan kita masih panjang, jalan
masih luas terbentang. Roda
Larangan-laranganNYA
kehidupan masih berputar. Saat
peluang masih tersedia, saat masa
masih menyatakan kesediaannya
untuk kita isi, selama dunia masih
membentangkan tangannya untuk
kita raih, selama alam masih
menyediakan keluasannya untuk
kita tapaki, lalu inilah kesempatan
bagi kita untuk kembali bergiat
bersamanya.
Ketika kita bersamanya, bolehlah
kita berkata-kata, bolehlah kita
bersuara, bolehlah kita berucap,
bolehlah kita merangkai kata, namun
yakinkan
semua itu pasti berarti dan
berguna. Karena memang untuk itu
kita ada. Karena memang hal
demikian yang kita damba. Semoga
kehadiran kita selalu penuh makna.
Agar keberadaan kita selalu menjadi
cahaya. Tak hanya bagi diri kita
sendiri saja, namun bagi beliau juga.
Semua orang yang pernah kita kenal
maupun yang belum kita kenal sama
sekali. Sehingga kembali
tersenyumlah jiwa, lebih indah dari
biasanya. Lebih indah lagi….
Karena kelak kitapun akan merasa
dan menikmati buah termanis dari
setiap usaha yang sedang kita
upayakan. Karena kita ada di sini
untuk semua. Terutama lagi untuk
menjadi hamba yang bernilai di
mataNYA.
“Saat kita di dunia, kita boleh
berusaha.
ketika dalam usaha, kita boleh
bergembira.
saat duka menyapa, yaa… berduka
saja.
Karena gembira dan duka adalah
bumbu kehidupan di alam fana.
Tanpa keduanya, tentu saja hampa
terasa”


Cerpen666

-Cerpen666-Only-

RECENT POSTS

Cerpen666-blog-

POPULAR POSTS

Cerpen666-
 

LOVE IS TO ACCEPT OTHERS FOR WHAT THEY ARE Copyright © 2011-2012 BloggerTemplate is Designed by Cerpen666